GELIAT MUSIK KAMAR PASCA PANDEMI – YOGYAKARTA CHAMBER MUSIC FESTIVAL #10

GELIAT MUSIK KAMAR PASCA PANDEMI - YOGYAKARTA CHAMBER MUSIC FESTIVAL #10

GELIAT MUSIK KAMAR PASCA PANDEMI – YOGYAKARTA CHAMBER MUSIC FESTIVAL #10. Pasca dua tahun pandemi covid-19, menyaksikan sebuah konser menjadi sebuah agenda yang dinantikan banyak orang.

Demikian juga dari kalangan musikus dan pihak penyelenggara telah lama menantikan kapan waktu yang tepat untuk memulai kembali pagelaran musik secara luring.

Hingga tibalah saatnya ketika kini pandemi mulai mereda meskipun keadaan masih perlu waktu untuk kembali normal.

De Java string quartet

FESTIVAL MUSIK – YOGYAKARTA CHAMBER MUSIC FESTIVAL KEMBALI DIGELAR

Tak melewatkan kesempatan tersebut, Institut Seni Indonesia Yogyakarta pun akhirnya kembali menggelar sebuah konser musik yaitu “Yogyakarta Chamber Music Festival”.

Genap pada tahun 2022 ini “Yogyakarta Chamber Music Festival” telah dilaksanakan sebanyak sepuluh kali. Festival ini dilaksanakan pada hari Rabu & Kamis, 15-16 Juni 2022, di Concert Hall Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

“Yogyakarta Chamber Music Festival” adalah sebuah festival musik yang secara khusus menampilkan pentas dengan format chamber/musik kamar.

Festival ini pertama kali diinisasi pada tahun 2010 dan secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya hingga sempat mengalami vakum sejak 2018.

Penyelenggaraan kembali tahun ini diharapkan dapat menjadi jalan dilaksanakannya agenda rutin tahunan seperti sedia kala.

Dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini program festival terdiri dari beberapa macam sub kegiatan selama dua hari berturut-turut, di antaranya:

  • Luthier Exhibition, Workshop, and Bazar 10.00 -16.00 WIB
  • Masterclass violin and cello 11.00 – 13.00 WIB
  • Chamber concert 18.30 – 22.05 WIB

Sesi master class bersama Asep Hidayat 

..........

Pada hari pertama festival, acara dibuka dengan kata sambutan dari Mardian Bagus Prakosa selaku ketua panitia, dilanjutkan oleh Josias T. Adrian selaku ketua Prodi Penyajian Musik FSP ISI Yogyakarta, dan Djohan selaku penasehat “Yogyakarta Chamber Music Festival”.

Sedangkan pada hari ke dua, acara dibuka oleh Stepanus Hanggar Budi Prasetya selaku Pembantu Rektor 1.

Selaku ketua panitia, Bagus menyampaikan bagaimana ia dan tim produksi telah mengupayakan yang terbaik dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Tidak lupa ia juga menyampaikan semoga kegiatan ini bisa memenuhi harapan para penonton dan berbagai pihak yang terlibat di dalamnya.

Demikian juga yang disampaikan oleh Josias T. Adrian, selaku ketua dari Program Studi Penyajian Musik yang menjadi inisiator penyelenggaraan festival ini. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT dan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat, tidak lupa untuk para penonton yang datang dengan antusias menyambut dan mengapresiasi “Yogyakarta Chamber Music Festival”.

MUSIK KAMAR SEBAGAI AJANG EDUKASI CALON PEMAIN MUSIK

Lain dari pada itu, Djohan menyampaikan pentingnya sisi edukasi yang termuat dalam festival ini. Bahwa pentas musik kamar menuntut para siswa musik untuk mengembangkan keterampilan musikal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemain musik.

“Seorang pemain musik memerlukan keterampilan teknik sekaligus re-interpretasi”, tuturnya. Lain dari pada orkes di mana tanggung jawab interpretasi ada di tangan pengaba, interpretasi musikal dalam musik kamar diemban oleh setiap anggota pemain.

Selain itu, dalam kelompok musik kamar terdiri dari beberapa individu pemain. Sehingga keterampilan interpersonal dan komunikasi emosi juga menjadi faktor yang menentukan keberhasilan kolaborasi artistik dalam musik kamar.

Mengingat pentingnya pengalaman belajar dalam musik kamar itulah maka “Yogyakarta Chamber Music Festival” dilaksanakan untuk memfasilitasi para siswa dalam mengasah bakat dan keterampilannya sebagai pemain musik.

Kelompok musik kamar yang tampil terdiri dari mahasiswa dan beberapa bintang tamu. Kelompok mahasiswa adalah mereka yang dipilih melalui seleksi sedangkan para bintang tamu merupakan para pemain profesional dan berpengalaman. Mereka tidak lain adalah para alumnus dan dosen ISI Yogyakarta, pengajar musik, dan alumnus konservatori luar negeri.

..........

Selama dua hari berturut-turut, terdapat lebih dari sepuluh kelompok yang tampil dalam “Yogyakarta Chamber Music Festival” #10.

Baik para musikus muda yang sedang tumbuh mengembangkan talentanya serta mereka yang sudah matang dari pengalaman, saling bergilir mengkomunikasikan musik pada para pendengar yang hadir di sana.

Asep Hidayat (cello) dan Mincie Tan (piano)

Dengan repertoar yang variatif baik secara periode zaman maupun jumlah dan kombinasi jenis instrumen. Mulai dari string qwartetpiano triowoodwind qwintet, bahkan duo violin-cello dengan orkes gamelan.

Hingga penghujung acara di hari ke dua, seluruh rangkaian festival ditutup dengan pemberian penghargaan dan karangan bunga dari pihak penyelenggara kepada masing-masing perwakilan kelompok musisi yang tampil sejak hari pertama; tidak lupa para luthier dan berbagai pihak yang ikut serta dalam festival ini.

Worksheet ini bertujuan untuk membantu kita agar lebih peka terhadap element-element utama musik ketika kita mendengarkan musik.

Dukung kami untuk menghasilkan konten-konten berbasis pengetahuan yang berkualitas.

Abstraksi musik adalah start-up media musik yang berfokus pada pemberdayaan dan pengembangan ekosistem musik di Indonesia.

Download

Follow Abstraksi

© Abstraksi Musik.